Pages

Tampilkan postingan dengan label Air Plane. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Plane. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2011

Fakta Tentang Air Force One, Pesawat Presiden Amerika



Sebetulnya Air Force One bukanlah merujuk pada teknis sebuah pesawat, melainkan nama sandi untuk pesawat milik Angkatan Udara AS (US Air Force) yang dinaiki oleh Presiden Amerika. Jadi semua pesawat milik AS yang misalnya dalam keadaan darurat dinaiki sang presiden, maka namanya menjadi "Air Force One". Nama sandi ini berfungsi untuk membedakan antara pesawat yang sedang dinaiki Presiden Amerika dengan yang tidak.

Demikian juga ketika Presiden Amerika melakukan perjalanan darat, nama sandinya dikenal dengan "Army One". Sementara ketika sedang naik Helikopter (milik US Marine), maka nama sandinya adalah "Marine One".


Meski begitu pemerintah AS tetap memiliki kendaraan khusus presiden untuk setiap nama sandi. Kendaraan-kendaraan ini rutin digunakan Presiden Amerika dan kemudian dikenal masyarakat dengan sebutan Marine One (helikopter), Army One (Kendaraan lapis baja), dan Air Force One (pesawat udara)

SPESIFIKASI PESAWAT

Air Force One mendarat di Bandara Halim

Seluk Beluk Air Force One
Pemerintah AS mulai berpikir memiliki pesawat kepresidenan ketika masa Presiden Theodore Roosevelt pada dekade 1910-an. Saat itu, tugas-tugas Presiden Amerika sudah semakin kompleks dan dibutukan sebuah pesawat khusus untuk menunjang kinerjanya.


Sekarang, pesawat Air Force One ada dua buah, semuanya buatan Boeing. Jenisnya adalah 740-200 bermesin jumbo jet dengan nomor seri VC-25A. Dua pesawat ini nyaris identik, baik warna, dan bentuknya. Bedanya terletak pada nomor di ekornya, yakni 28000 dan 29000.


Masing-masing pesawat memiliki empat mesin jet elektrik CF6-80C2B1. Batas kecepatannya antara 630 dan 700 mil per jam dengan maksimal ketinggian terbang adalah 45.100 kaki. Air Force One membawa 53.611 galon bahan bakar dan mampu mengelilingi setengah dunia tanpa mengisi bahan bakar dalam sekali terbang.


Jika di Gedung Putih Presiden bekerja di Ruang Oval, maka di dalam Air Force One, ruang kerja presiden bernama Presidential Suite yang terletak di bagian depan pesawat. Di area 'milik' presiden ini tersedia kamar tidur, kamar mandi dan ruang santai. Layaknya sebuah kantor, para para staf senior presiden juga diberikan ruang keja sendiri-sendiri. Selain itu terseda juga ruang rapat yang cukup besar untuk membahas isu-isu penting.


Dalam prosedur penerbangan mereka juga punya standar baku yang ketat. Sebelum Air Force One terbang, persiapan menyeluruh dilakukan atas pesawat ini. Semua perangkat pesawat dicek, bahkan kabarnya para kru pesawat yang memang sudah terpilih, akan diinapkan selama berhari-hari di Andrew Air Force Base sebelum hari keberangkatan.


Beberapa hari sebelum Air Force One mendarat di suatu tujuan, Angkatan Udara AS lebih dulu mengirim sebuah pesawat kargo C141 Starlifter. Pesawat ini memuat, van untuk para pengawal, mobil kepresidenan, serta perlengkapan persenjataan. Saat berada di udara pun, Air Force One akan dikawal oleh sedikitnya dua pesawat tempur.


Untuk menjaga keamanan, menjelang pendaratan Air Force One, seluruh penerbangan di lokasi pendaratan akan di bersihkan. Tak ada sebuah pesawat pun yang boleh mendarat sebelum Air Force One mendarat dengan mulus. Kadang pembersihan jalur penerbangan ini memakan waktu minimal setengah jam atau lebih. Karena repotnya prosedur penerbangan Air Force One, tak heran pesawat ini jarang mendarat di bandar udara komersial melainkan di pangkalan udara.
Di dalam pesawat, Presiden dan stafnya berada dalam ruangan 4.000 kaki persegi yang terdiri atas ruangan tiga lantai, diantaranya ruangan suite untuk kantor Presiden yang besar, bak mandi, dan ruang pertemuan. Air Force One memiliki ruangan medis suite yang dapat berfungsi sebagai ruang operasi, dan dokter secara permanen. Pesawat juga mampu mempersiapkan makanan untuk 100 orang sekaligus
Selain merupakan pesawat kepresidenan, Air Force One bisa pula difungsikan sebagai bunker terbang. Hingga kini tak seorang pun pejabat AS mengetahui detail persis bagian-bagian dalamnya. Pesawat ini mampu bertahan dari serangan rudal dan terjangan pulsa elektromagnet nuklir.
Dengan demikian, Air Force One memang tak lagi sekadar pesawat jet eksekutif kepresidenan. Pesawat ini telah meningkat statusnya menjadi bunker bergerak yang selalu mencurigai bahwa setiap tempat yang akan disinggahi adalah tempat yang tak aman dan amat rawan serangan.

Untuk itu jangan heran jika iring-iringan pesawat, helikopter, dan kendaraan pengangkut Presiden AS juga telah diatur sedemikian rupa agar setiap calon pembunuhnya – termasuk para wartawan yang memburunya terkecoh. Air Force One, misalnya, tak dibiarkan berkunjung ke sebuah negara sendirian. Ia selalu didampingi sebuah lagi pesawat yang memiliki ujud serupa.

Seandainya PRESIDEN di Serang?
Nah ini berandai-andai saja bagaimana kalau serangan terhadap dirinya terjadi juga? Untuk skenario terburuk, SS akan langsung mengevakuasi Presiden dan istrinya dengan helikopter ke pangkalan udara bergerak terdekat milik AS.


Ketika berkunjung ke Bogor, pangkalan berupa kapal induk USS Essex itu berada di perairan sebelah utara Jakarta. Di kapal induk kecil ini, pasukan AS akan segera melindungi kepala negaranya dan bersiap diri melakukan serangan balasan sesuai tingkat serangan yang mengancam dengan demikian juga hari ini kapal tersebut sudah bersandar di perairan tsb untuk melindungi Presiden Obama saat kunjungan hari ini.
USS Essex, sejatinya, adalah kapal serbu amfibi. Di kapal ini mukim puluhan helikopter CH-46 Sea Knight, satu skadron tempur AV-8B Harrier, dan satu skadron heli antikapal selam. Kapal ini juga membawa tiga hovercraft Air Cushion Landing Craft. Lebih lanjut, perjalanannya ke Indonesia dipantau langsung oleh Armada ke-7 AL AS yang bermarkas di Hawaii. Dengan demikian, Anda tahu sendiri, apa yang akan terjadi jika dalam perjalanannya Presiden Amerika "diganggu"

PENGAMANAN AIR FORCE ONE di udara

AIR FORCE ONE COCKPIT

AIR FORCE ONE MAP


AIR FORCE ONE CABIN


sumber: kaskus.us

7 Bandara Yang Memiliki Landasan Paling Berbahaya

 

Take Off dan Landing merupakan proses yang paling berbahaya bagi pesawat terbang. Karena itu airport dibangun dan disiapkan untuk mengurangi resiko yang terjadi selama proses take off dan landing ini. Di daftar ini terdapat tujuh airport yang mungkin bisa dikatakan paling berahaya yang ada di dunia.

7. Lukla Airport - Nepal

Gunung yang tinggi di satu sisi dan jurang ribuan meter di sisi yang lain. Airport ini terletak di ketinggian 2900 meter dari permukaan laut, jadi hampir tidak ada kekuatan yang cukup untuk tinggal landas.
Lukla Airport adalah airport kecil di kota Lukla di timur Nepal. Pada bulan Januari 2008, pemerintahan Nepal mengumumkan bahwa airport tersebut akan diganti namanya menjadi Airport Sir Edmund Hillary, orang pertama kali yang berhasil mencapai puncak everest. Airport ini sendiri cukup populer karena banyak yang menggunakannya sebagai titik awal pendakian puncak Everest.

6. Madeira Airport (Madeira)

Madeira Airport dikenal juga sebagai Funchal Airport atau juga Santa Catarina Airport. Airport ini merupakan airport internasional yang berlokasi di dekat kota Funchal, Madeira. Airport ini mengontrol lalu lintas pesawat baik domestik maupun internasional dari kepulauaan Madeira.
Airport ini pernah tidak disukai karena runway yand pendek dan dikelilingi gunung dan lautan luas, hal ini membuat proses take off dan landing sangat sulit bahkan untuk pilot profesional sekalipun.

Panjang runway aslinya hanya 1,4 kilometer tetapi ditambah lagi 400 meter setelah terjadi kecelakaan pada tahun 1977. Kemudian pada tahun 2003 airport ini dibangun kembali dengan panjang runway yang ditingkatkan hampir dua kali lipatnya di atas laut dengan menggunakan balok-balok penahan beban setinggi 70 meter.

5. Barra International Airport (Barra)

Airport ini merupakan airport satu-satunya di dunia yang memakai pantai sebagai landasannya. Bila anda ingin mengunjunginya, anda bisa memesan pada British airways yang melayani jalur ke Barra dari Glasgow atau Benbecula.
Airport ini dipenuhi air waktu pasang tiba dan bila anda datang pada sore menjelang malam hari, anda mungkin menemukan beberapa mobil diparkir dengan lampu yang menyala untuk membantu pilot.

4. Gustaf III Airport (St. Bart)

Gustaf III Airport dikenal juga sebagai Saint Barthélemy Airport adalah airport komersial yang terletak di pedesaan St. Jean di kepulauan Karibia di Saint Barthélemy. Baik airport dan nama kotanya dinamakan berdasarkan nama King Gustav III dari Swedia.
Airport ini melayani pesawat komersial kecil yang beroperasi secara regional. Rata-rata pesawat yang menyinggahinya tidak berpenumpang lebih dari 20 orang seperti pesawat Twin Otter.

Pendeknya, landasan yang berakhir di pantai dan awal landasan yang tertutup bukit membuat airport ini berbahaya bagi turis yang berjemur di ujung landasan, walaupun ada peringatan untuk jangan berjemur di lokasi itu.

3. Courchevel (France)

Courchevel adalah nama tempat olahraga ski di pegunungan Alpen, Perancis. Airport ini memiliki beberapa kendala seperti pendeknya landasan yang hanya 525 m dan derajat kemiringan sampai 18.5%. Saking pendeknya, pilot harus mendarat di landasan yang menanjak dan terbang kearah landasan yang menurun.
Siapakah yang mendarat di sini? Salah satunya adalah Pierce Brosnan, sewaktu membintangi film James Bond "Tommorow never dies" di pembukaan film tersebut. Lainnya? Kita harus menggunakan helikopter atau pesawat charter kecil dan pilotnya pun harus ditraining terlebih dahulu sebelum mendarat disana.

2. Juancho E. Yrausquin Airport (Saba)

Juancho E. Yrausquin Airport adalah satu-satunya airport pulau Saba di kepulauan Karibia. Aiport ini sangat terkenal dengan bagaimana cara pesawat dapat take off dari landasan.
Yrausquin Airport memiliki porsi yang besar dalam melayani penerbangan di pulau Saba. Beberapa pakar penerbangan memiliki opini bahwa airport ini merupakan salah satu airport paling berbahaya di dunia walaupun tidak ada tragedi besar yang terjadi di sini. Di ujung landasan terdapat huruf X besar yang menandakan bahwa airport ini tidak untuk penerbangan komersial.

Bahaya datang dari kondisi geografis dari airport itu sendiri, di satu sisi bukit yang tinggi dan dikedua ujung landasan terdapat jurang yang langsung menuju lautan. Sangat berbahaya bagi pesawat dengan kemungkinan tidak dapat mendarat karena menabrak jurang atau kurang tenaga untuk take off yang menyebabkan jatuh ke jurang juga.

1. Princess Juliana International Airport (Saint Martin)

Tidak perlu diterangkan lagi apa bahayanya, tinggal anda lihat saja gambarnya. Landasan ini sangat dekat dengan pantai yang selalu dipenuhi oleh para turis yang sedang berjemur.
Walaupun belum pernah ada kecelakaan serius yang mengakibatkan korban jiwa, tetapi baik saat tinggal landas maupun saat mendarat semburan jet dari pesawat-pesawat tersebut dapat menyebabkan kecelakaan fatal bagi turis yang berada di sekitarnya.
Pertanyaanya adalah mengapa airport ini masih digunakan, bahkan untuk penerbangan komersial yang padat ? Jawabannya adalah bagaimanapun juga tetap airport ini adalah tempat yang paling aman untuk penerbangan dari seluruh lokasi yang ada di pulau ini. Karena itu pantaslah airport ini dinobatkan sebagai airport yang paling berbahaya di dunia.

source: http://bimasp.blogspot.com/2009/11/7-airport-paling-berbahaya-di-dunia.html

Sabtu, 12 November 2011

Cara Kerja mesin Pesawat Terbang

SEJARAH

Pesawat terbang yang lebih berat dari udara diterbangkan pertama kali oleh Wright Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang diluncurkan pada tahun 1903 di Amerika Serikat. Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody yang melakukan aksinya di lapangan Fanborough, Inggris tahun 1910. Setelah zaman Wright, pesawat terbang banyak mengalami modifikasi baik dari rancang bangun, bentuk dan mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara.

Prinsip dasar dari cara pesawat terbang untuk mengudara sama untuk semua pesawat, baik pesawat capung maupun pesawat super jumbo seperti Airbus A380.

Yang mempengaruhi pesawat unuk terbang adalah gaya - gaya aerodinamis yang mengenainya yaitu, gaya angkat (lift), gaya hambat (drag), gaya berat (grafitasi), dan gaya dorong (trust).

Gaya Aerodinamis : 


Gaya dorong pesawat kedepan didapat dari baling-baling yang berputar pada ujung pesawat (lihat gambar). Sedangkan gaya hambat merupakan pergesekan pesawat udara dengan angin. Karena pesawat udara mempunyai massa, maka gaya grafitasi akan membawa pesawat kebawah, untuk itulah gaya angkat diperlukan. Gaya angkat dihasilkan dari sayap pesawat udara.

Sayap pesawat udara ini yang memegang peranan kunci untuk mengkat badan pesawat. Penampang sayap ini biasanya disebut "aerofoil" Selama penerbangan udara mengalir ke atas dan bawah sayap. Udara yang megalir diatas sayap lebih cepat dari udara yang mengalir dibawah sayap, sehingga tekanan udara diatas pesawat lebih rendah.

Disaat yang bersamaan udara dibawah sayap dibelokan kebawah, sehingga terjadi gaya angkat (udara yang terdorong kebawah akan mendorong sayap keatas- gaya aksi reaksi).

Gaya Aerofoil :


Gaya dorong terhadap sayap dan tekanan udara yang rendah diatas sayap inilah yang di butuhkan untuk pesawat terbang di udara.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pesawat dapat terbang, diantaranya :

- Sayap 


Sory Bukan Yang Ini :D



Bukan Yang Ini Juga :D



Tapi Yang ini :D

- Airfoil

Sebuah pesawat memerlukan gaya angkat atau lift yang di butuhkan untuk terbang. Lift dihasilkan oleh permukaan suatu sayap (wing) yang berbentuk airfoil.

 
Bentuk penampang airfoil pada suatu sayap pesawat terbang
 
Gaya angkat terjadi karena adanya aliran udara yang melewati bagian atas dan bagian bawah di sekitar airfoil. Pada saat terbang, aliran udara yang melewati bagian atas airfoil akan memiliki kecepatan yang lebih besar daripada kecepatan aliran udara yang melewati bagian bawah dari airfoil. Maka, pada permukaan bawah airfoil akan memiliki tekanan yang lebih besar daripada permukaan di atas. Perbedaan tekanan pada bagian atas dan bawah inilah yang menyebabkan terjadinya gaya angkat atau lift pada sayap pesawat. Oleh karena tekanan berpindah dari daerah yang bertekanan besar menuju ke daerah yang bertekanan kecil, maka tekanan pada bagian bawah airfoil akan bergerak menuju bagian atas airfoil sehingga tercipta gaya angkat pada sayap pesawat. Gaya angkat inilah yang membuat pesawat dapat terbang dan melayang bebas di udara.
 
 

Untuk bergerak ke depan (baik di darat maupun di udara), pesawat memerlukan daya dorong yang di hasilkan oleh tenaga penggerak atau yang biasa di sebut dengan mesin (engine). Daya dorong yang nantinya di hasilkan oleh engine ini biasa di sebut dengan thrust.
Terdapat beberapa jenis engine dari pesawat, diantaranya :
-Piston Engine
-Turbojet Engine
-Turboporop Engine
-Turbofan Engine
-Turboshaft Engine

- Piston Engine

Piston engine atau biasa di sebut dengan mesin torak, merupakan mesin yang menggunakan piston (torak) sebagai tenaga penggerak. Piston yang bergerak naik turun di hubungkan dengan crankshaft melalui connecting rod untuk memutar propeller atau baling-baling. Piston dapat bergerak naik turun karena adanya pembakaran antara campuran udara dengan bahan bakar (fuel) di dalam ruang bakar (combustion chamber). Pembakaran di dalam combustion chamber menghasilkan expansion gas panas yang dapat menggerakkan piston bergerak naik turun. 


 

Pesawat yang menggunakan mesin piston umumnya menggunakan propeller sebagai tenaga pendorong untuk menghasulkan thrust. Bentuk penampang dari propeller itu sendiri sama seperti sayap, yaitu juga berbentuk airfoil. Sehingga pada saat propeller berputar maka akan menghasilkan gaya dorong atau thrust sehingga pesawat dapat bergerak ke depan. Pesawat dengan mesin piston ini merupakan jenis pesawat ringan atau biasa di sebut dengan light aircraft. Pesawat ini mempunyai daya jelajah yang kecil dan ketinggian terbang yang tidak terlalu tinggi.

Pada dasarnya, prinsip kerja dari semua engine pesawat sama. Yaitu memanfaatkan energi pembakaran antara campuran bahan bakar dengan udara yang menghasilkan expansion gas yang terjadi di dalam ruang bakar cc (combustion chamber).

- Turbojet Engine

Dinamakan turbojet engine karena mesin ini menggunakan turbin dalam membangkitkan tenaga, dan jet yang artinya semburan/pancaran. Yaitu semburan hasil pembakaran di dalam cc keluar menuju turbin dan memutar turbin, lalu turbin memutar compressor dan menggerakkan komponen engine lainnya.


Prinsip kerja dari Turboprop engine sama dengan proses kerja dari turbojet engine. Yang membedakannya adalah terdapat propeller pada engine ini. Propeller terhubung dengan turbin dan compressor melalui shaft.



- Turbofan

Sama dengan turboprop, prinsip kerja turbofan sama dengan turbojet engine. Perbedaannya adalah pada turbofan engine terdapat fan di depan compressor. Fan berfungsi untuk menghisap udara masuk ke dalam compressor.



- Turboshaft Engine

Prinsip kerja dari turboshaft engine juga hampir sama deng an turbojet engine. Engine ini di gunakan pada helikopter. Pada turboshaft engine, terdapat shaft yang terhubung dengan turbin. Shaft ini menghubungkan ke main rotor atau baling-baling pada helikopter. Rotor pada helikopter mempunyai penampang berbentuk airfoil.



- Bidang Kendali (Flight Control Surface)

Untuk menggerakkan pesawat (berbelok, menukik, dan rolling atau berbalik), seorang pilot memerlukan bidang kendali atau control surface .

Primary control surface

Primary control surface atau bidang kendali utama adalah bidang kendali pesawat yang dapat mengatur pergerakan pesawat pada saat terbang di udara.
Aileron, elevator, dan rudder merupakan bidang kendali utama pada pesawat.

1). Aileron terletak pada sayap, digunakan pesawat pada saat melakukan rolling (berbalik) di udara dan pergerakannya berada pada sumbu longitudinal pesawat, aileron dikendalikan dengan menggunakan stick control yang berada pada cockpit.

2). Elevator terletak pada bagian ekor (empenage) atau bagian horizontal stabilizer, digunakan pesawat untuk melakukan piching (mengangguk) dan pergerakannya pada sumbu lateral pesawat, elevator di kendalikan dengan menggunakan stick control yang berada di ruangan cockpit.

3). Rudder terletak di pada bagian ekor tepatnya di bagian vertical stabilizer, di gunakan pesawat untuk melakukan yawing (berbelok) diudara dan pergerakannya pada sumbu vertical pesawat, rudder di kendalikan dengan menggunakan rudder pedal yang terletak pada ruang cockpit.








Sumber

TURBINE GAS MESIN PESAWAT





The name GAS TURBINE means exactly what it says. Para GAS TURBINE namanya berarti persis apa yang dikatakannya. A turbine type engine that is operated by gas rather than one operated, for instance, by steam or water. Sebuah tipe mesin turbin yang dioperasikan oleh gas bukan dari satu dioperasikan, misalnya, dengan uap atau air. The gas which operates the turbine is the product of the combustion that take place when a suitable fuel is mixed and burned with the air passing through the engine. Gas yang mengoperasikan turbin adalah produk dari pembakaran yang terjadi ketika bahan bakar yang cocok dicampur dan dibakar dengan udara yang melewati mesin.
Background Latar belakang
Leonado Da Vinci Leonado Da Vinci
Da Vinci described the chimney jack, as the hot air from the fire rose, it was made to pass through a series of fan blades and through a series of gears, turn a roasting. Da Vinci menggambarkan jack cerobong asap, seperti udara panas dari api naik, itu dibuat untuk melewati serangkaian bilah kipas dan melalui serangkaian roda gigi, giliran pemanggangan.
Sir Isaac Newton Sir Isaac Newton
Sir Isaac Newton formulated the laws of MOTION on which all devices utilizing the jet propulsion theory are based. Sir Isaac Newton merumuskan hukum-hukum MOTION di mana semua perangkat memanfaatkan teori didasarkan jet. The vehicle illustrated in the picture below , called Newton's wagon , applied the principle of jet propulsion . Kendaraan diilustrasikan pada gambar di bawah, yang disebut kereta Newton, menerapkan prinsip jet. It is though that Jacob Gravesand , a Dutchman , actually designed this " horseless carriage", and that Isaac Newton may have only supplied the idea. Hal ini meskipun bahwa Yakub Gravesand, seorang Belanda, sebenarnya dirancang ini "yg tdk mempunyai kuda kereta", dan bahwa Isaac Newton mungkin hanya disediakan ide. The wagon consisted of a large boiler mounted on four wheels. Kereta terdiri dari boiler besar dipasang pada empat roda. Steam generated by fire built below the boiler was allowed to escape through a nozzle facing rearward. Uap yang dihasilkan oleh api dibangun di bawah boiler diizinkan untuk melarikan diri melalui sebuah nozzle menghadap ke belakang. The speed of vehicle was controlled by a steam cock located in the nozzle. Kecepatan kendaraan itu dikendalikan oleh uap ayam yang terletak di nosel.

HISTORY SEJARAH
England Inggris
Sir Frank Whittle : Whittle is considered by many to be the father of the jet engine. Sir Frank Whittle: Whittle dianggap oleh banyak untuk menjadi ayah dari mesin jet. In 1930 Frank Whittle submitted his patent application for a jet aircraft engine. Pada tahun 1930 Frank Whittle mengajukan permohonan patennya untuk mesin pesawat jet.

The first Whittle engine was called the Power Jet W.1, after its manufacturere. Mesin Whittle pertama disebut Jet Daya W.1, setelah manufacturere nya. It flew in the British Gloster G.40 on May 15, 1941 with W 1 Whittle engine installed. Ini terbang di British Gloster G.40 pada 15 Mei 1941 dengan W 1 mesin Whittle diinstal.
Germany Jerman

VON OHAIN At the same time, von Ohain in Germany had been at work on the development of a jet engine for aircraft. Von Ohain Pada saat yang sama, von Ohain di Jerman telah bekerja pada pengembangan mesin jet untuk pesawat. He built and ran his first demonstration engine in 1937. Ia dibangun dan berlari mesin demonstrasi pertama di 1937. His first flight engine was the HES 3B which used on HE178 and flew on August 27,1939. Mesin penerbangan pertama-Nya adalah 3B HES yang digunakan pada HE178 dan terbang pada Agustus 27,1939.
The Whittle and the von Ohain engines led to successful jet-powered fighter aircraft by the end of World War II , the Messerschmitt Me262 that was used by German Air Force. Para Whittle dan mesin von Ohain menyebabkan sukses jet-powered pesawat tempur pada akhir Perang Dunia II, Me262 Messerschmitt yang digunakan oleh Angkatan Udara Jerman.
It might be note that the early English production jet engine used centrifugal compressor where as the production engine in Germany employed the more advanced axial flow compressor. Mungkin dicatat bahwa mesin produksi jet awal bahasa Inggris yang digunakan kompresor sentrifugal dimana sebagai mesin produksi di Jerman yang dipekerjakan kompresor aliran aksial lebih maju.

America Amerika

America was a late-comer to the jet-propulsion field and with the help of British Government , the General Electric Corporation was awarded the contract to built W.1 an American Version. Amerika adalah pendatang-terlambat untuk bidang propulsi jet dan dengan bantuan dari Pemerintah Inggris, General Electric Corporation diberikan kontrak untuk membangun W.1 Versi Amerika. The first jet engine airplane in America was made in October 1942, in Bell XP-59A . Mesin pesawat jet pertama di Amerika dibuat pada bulan Oktober 1942, di Bell XP-59a. The two General Electric IA engines used in this airplane, the IA engine was rated at about 1300 lb of thrust. Dua mesin General Electric IA digunakan dalam pesawat ini, mesin IA dinilai pada sekitar 1300 lb dorong. In late 1941 , NAVY awarded the contract to Westinghouse . Pada akhir 1941, NAVY diberikan kontrak untuk Westinghouse. Westinghouse engineers designed an engine with an axial compressor and an anular combustion chamber. Insinyur Westinghouse mesin dirancang dengan kompresor aksial dan ruang pembakaran anular. Shortly thereafter, several other companies began to design and produce gas turbine engines. Tak lama kemudian, beberapa perusahaan lainnya mulai merancang dan memproduksi mesin turbin gas.
CompactibleNewCoreografJOKER-. Diberdayakan oleh Blogger.